Perbedaan Antara Air Cooler dan Air Condition (AC)

- 11:25 PM

Air cooler atau terkadang disebut juga evaporative cooler sedang menjadi tren di seluruh dunia saat ini. Alat ini semakin banyak digunakan di kantor, pameran, mal, bahkan di rumah karena lebih ringan, mudah dibawa, dan praktis dibandingkan dengan AC pada umumnya. Apa saja sebenarnya perbedaan antara kedua alat ini?

Cara Kerja


Air cooler bekerja dengan prinsip pendinginan melalui penguapan. Ketika udara panas mengalir melalui sebuah media atau alat yang basah di dalam cooler, terjadi penguapan dan di sana udara menjadi lebih dingin. Udara yang sudah didinginkan ini kemudian ditiup menggunakan kipas. Cooler yang pada umumnya digunakan memiliki potongan-potongan kayu sebagai media pendingin. Air diserap oleh potongan tersebut dan ketika udara panas menyentuh permukaan kayu maka penguapan terjadi. Ini akan menyebabkan penurunan suhu yang diperluas efeknya menggunakan kipas. Semakin besar alas pendingin, semakin besar efek dinginnya.

Air Conditioner atau AC bekerja dengan prinsip seperti lemari es atau kulkas. AC memakai pendingin (refrigerant) yang digunakan oleh unit kompresor AC untuk menarik udara panas dari ruangan ke unit luar (outdoor). Cara kerjanya mirip dengan cara kerja lemari es biasa.

Perbedaan Antara Air Cooler dan AC


·         Air cooler tidak memerlukan banyak energi dan daya untuk mendinginkan ruangan. Beberapa di antaranya hanya menggunakan listrik sebesar 100-400 Watt. Sementara AC pada umumnya menggunakan daya listrik sekitar 1000 watt.

·         Air cooler membuat ruangan lebih lembab sementara AC menghilangkan kelembaban dalam ruangan. Air cooler tepat dipakai untuk di tempat-tempat yang tidak terlalu lembab dibandingkan dengan AC yang bisa dipakai dalam kondisi apapun.

·         Air cooler lebih bagus digunakan di tempat yang sirkulasi udaranya tinggi. AC lebih cocok dipakai untuk ruangan tertutup. Untuk hasil terbaik, jagalah supaya jendela dan pintu tetap terbuka.

·         Air cooler menyebarkan udara dingin menggunakan kipas sehingga semakin dekat kita dengan alat tersebut maka semakin dingin udara yang dirasakan, sementara AC bisa mendinginkan seluruh ruangan dengan merata sesuai dengan kapasitas kemampuannya.

·         Air cooler mudah dibawa atau dipindahkan (portable) dan oleh sebab itu bisa digunakan di ruangan manapun, sedangkan AC adalah alat pendingin yang berlokasi tetap (fixed) karena biasanya ditempel di dinding ruangan.

·         Air cooler – seperti namanya – fungsinya hanya untuk mendinginkan udara (air = udara, cooler = pendingin). Udara didinginkan dengan membuatnya menjadi lebih lembab. Oleh karena itu alat ini hanya bisa mendinginkan udara beberapa derajat di bawah suhu sekitarnya. Selain itu, penggunaan terbaik air cooler hanya di tempat yang panas dan kering, atau lebih tepatnya di mana tempat dengan kelembaban rendah. Di tempat yang mempunyai kelembaban tinggi, air cooler tidak berpengaruh banyak dalam mendinginkan ruangan atau menurunkan suhu.

·         Perbedaan utama antara kedua alat ini adalah AC bisa menghasilkan dingin dan panas dalam sebuah ruangan. Selain itu, AC bisa mengontrol tingkat kelembaban untuk memberikan kenyamanan yang lebih baik atau “mengkondisikan” (CONDITION, dari singkatan AC – Air Condition) udara ruangan. Terkadang AC kelihatan seperti bocor, padahal air ini adalah hasil dari proses pengurangan kelembaban. Jadi ini membuat AC bisa digunakan di mana saja, tidak tergantung dari apakah tempat tersebut lembab atau kering. AC juga bisa menurunkan temperatur jauh di bawah suhu ruangan, lebih baik daripada yang bisa dilakukan oleh air cooler.

Itulah beberapa perbedaan dasar antara Air Cooler dan AC. Kalau Anda ingin lihat-lihat air cooler yang bagus, salah satu merek yang menurut saya bagus adalah Honeywell air cooler. Produknya kelas premium dan bisa Anda lihat langsung di website Honeywell air cooler ya.

Advertisement