Puteri Sukanto Tanoto Masuk ke Daftar 25 Filantropis Berpengaruh di ASEAN - Informasi Pendidikan, Teknologi, dan Travelling

Breaking

Post Top Ad

Friday, June 22, 2018

Puteri Sukanto Tanoto Masuk ke Daftar 25 Filantropis Berpengaruh di ASEAN







            Pengusaha Sukanto Tanoto dikenal memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Hal itu ditularkannya kepada keluarganya. Salah seorang puterinya, Belinda Tanoto, masuk ke dalam daftar 25 filantropis paling berpengaruh di ASEAN.
            Sukanto Tanoto adalah pendiri sekaligus Chairman Royal Golden Eagle (RGE). Perusahaannya itu merupakan korporasi skala internasional yang bergelut dalam bidang pemanfaatan sumber daya.
            Berdiri sejak 1973 dengan nama Raja Garuda Mas, RGE berhasil dibawa oleh Sukanto Tanoto hingga berkembang pesat. Mereka memiliki anak-anak perusahaan yang berkecimpung di berbagai bidang industri berbeda, mulai dari kelapa sawit, pulp dan kertas, serat viscose, selulosa spesial, hingga pengembangan energi.
            Asetnya kini sudah mencapai 18 miliar dolar Amerika Serikat. Namun, lebih penting dari itu, RGE mampu membuka lapangan kerja untuk sekitar 60 ribu karyawan. Mereka tersebar di Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Tiongkok, Brasil, serta Kanada.
            Akan tetapi, di tengah kesibukannya dalam mengelola perusahaan, Sukanto Tanoto masih meluangkan waktu untuk berbagai kegiatan sosial. Ia melakukannya melalui Tanoto Foundation yang didirikannya bersama sang istri, Tinah Bingei Tanoto.
            Yayasan sosial ini mereka rintis sejak 1981 dan resmi berdiri pada 2001. Awalnya hanya pembangunan sekolah untuk para karyawan perusahaannya di kawasan Besitang, Sumatra Utara. Namun, dalam perkembangannya, Tanoto Foundation, melakukan berbagai kegiatan terkait pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup.
            Sukanto Tanoto menjadikan Tanoto Foundation sebagai sarana untuk mewujudkan mimpi yang belum menjadi kenyataan, yaitu menghapus kemiskinan di Indonesia.
            Semangat itu ditularkan Sukanto Tanoto ke keluarganya. Hal itu pun berdampak besar. Spirit filantropi berkembang di keluarga. Mulai dari istri hingga anak-anaknya ikut aktif dalam kegiatan sosial bersama Tanoto Foundation.
            Salah satunya adalah Belinda Tanoto. Ia kini duduk sebagai Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation. Posisi itu membuatnya sangat intens dalam menjalankan kegiatan sosial bersama Tanoto Foundation.
            Belinda Tanoto mengaku kepedulian terhadap pihak lain sudah ditanamkan kedua orang tuanya sejak kecil. Dulu ia dan saudara-saudaranya diajarkan untuk sadar bahwa ada banyak pihak yang kurang beruntung seperti mereka.
            Salah satu contohnya, ayah dan ibunya biasa mengajaknya merayakan pesta ulang tahun di panti asuhan. Di sana mereka biasanya membagikan buku dan mainan kepada anak-anak di penghuni panti asuhan.
            “Hal itu membantu menanamkan rasa syukur yang mendasari kegiatan filantropi kami saat ini. Kami ingin berbagi kesempatan yang kami miliki dengan orang lain sehingga mereka dapat mewujudkan potensi mereka secara penuh,” kata Belinda Tanoto.
            Selain itu, ketika masa libur sekolah tiba, keluarga Sukanto Tanoto tidak bepergian ke tempat-tempat wisata. Dulu Belinda Tanoto dan saudara-saudaranya malah diajak ke area pabrik dan perkebunan perusahaan. Di sana mereka biasa berinteraksi dengan para karyawan hingga warga di sekitarnya. Hal itu semakin menumbuhkan empati terhadap pihak lain.
            Dorongan seperti itu membuat Belinda Tanoto tumbuh dengan kepedulian sosial yang tinggi. Ia kemudian melakukan berbagai jenis kegiatan filantropi bersama Tanoto Foundation.
            Secara khusus, Belinda Tanoto berkiprah dalam pendidikan anak usia dini dengan intens. Ini dilakukannya setelah Tanoto Foundation merancang kembali sejumlah kegiatannya pada 2017. Dalam kesempatan itu, mereka menyadari bahwa pengembangan anak usia dini sangat penting dan dibutuhkan di Indonesia.
            Di Indonesia, masih banyak anak yang mengalami gangguan pertumbuhan. “Pertumbuhan sembilan juta anak terhambat. Hal ini tidak bisa diterima untuk negara dengan penghasilan menengah seperti Indonesia. Ini sebuah generasi yang hilang,”  ujar Belinda Tanoto.
            Melihat kondisi tersebut, pengembangan anak usia dini semakin menjadi perhatian Tanoto Foundation. Sebab, sering ditemui fakta bahwa kasus pertumbuhan yang terhambat terjadi hanya karena pemahaman yang kurang tentang kesehatan anak. Oleh sebab itu, pendidikan mengenai kesehatan juga disisipkan dalam sejumlah kegiatan Tanoto Foundation.

MENGEMBANGKAN RELASI UNTUK AKSI SOSIAL

Belinda Tanoto kemudian menjalin relasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan pendidikan khususnya pengembangan anak usia dini. Sadar bahwa Pemerintah Indonesia mulai menaruh perhatian khusus terhadap sektor tersebut, ia menjalin relasi intens dengan mereka. Langkah serupa juga dilakukannya dengan filantropis lain.
            “Sekarang adalah saat yang tepat bagi semua orang untuk terlibat,” tutur Belinda Tanoto. “Kami mencoba melakukan pendekatan yang berbeda. Saat mempunyai model yang baik untuk sebuah masalah, kami berbagi dengan pemerintah agar bisa ditiru.”
            Kerja sama dengan berbagai pihak amat dibutuhkan. Karena Indonesia sedemikian besar, mustahil bagi Tanoto Foundation untuk bergerak sendiri dalam pengembangan anak usia dini. Mereka perlu berkolaborasi dengan yang lain.
            Ada target tinggi yang hendak dicapai oleh Tanoto Foundation dalam pengembangan anak usia dini. Selama satu dekade ke depan, mereka ingin bisa menjangkau 20 ribu Sekolah Dasar di Indonesia.
            Belinda Tanoto mengambil peran penting dalam upaya pencapaian target tersebut. Ia melakukan pembentukan strategi, pemantauan, hingga menjalin relasi agar memperoleh dukungan dari pemangku kepentingan lain dalam pelaksanaannya.
            “Memperjelas peran dan visi semua pihak adalah penting, agar kita dapat mengukur dampak positif dari program,” ucap Belinda Tanoto.
            Saat ini, kemitraan sudah dianggap sebagai hal krusial. Tanpa itu, dampak berbagai kegiatan yang dijalankan Tanoto Foundation tidak akan terasa signifikan. Untuk itulah, Belinda Tanoto mengarahkan untuk menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah dalam pengembangan anak usia dini.
            Kemitraan dengan sekolah akan membantu pengembangan mutu pendidikan dasar, mengintensifkan kegiatan pada anak usia dini, serta menggunakan data untuk meningkatkan dampak secara produktif.
“Ambisi tidak ada artinya jika tidak dieksekusi dengan benar. “Kita perlu berinvestasi dalam sumber daya manusia dan memanfaatkan para profesional yang kompeten untuk mendorong visi dan strategi kita ke depan,” kata Belinda Tanoto.
Wujud nyata dari kemitraan tersebut salah satunya ialah Program PAUD Tanoto Foundation. Dengan kegiatan tersebut, Tanoto Foundation ingin meningkatkan kualitas pusat pendidikan anak usia dini, baik di daerah pedesaan maupun perkotaan.
Adapun lingkup kerja yang dijalankan cukup komprehensif. Tanoto Foundation menjalankan pelatihan peningkatan kompetensi guru dan pengasuh. Mereka pun melakukan sertifikasi guru tingkat nasional. Renovasi fisik taman kanak-kanak dan PAUD juga dilakukan.
Kegiatan tersebut dilakukan di Sumatra Utara, Riau, dan Jambi. Tanoto Foundation mendukung pendidikan bagi anak-anak petani kelapa sawit dan anggota masyarakat lainnya di 37 taman kanak-kanak dan PAUD serta 71 pusat-pusat penitipan anak.
Hingga Desember 2015, Program PAUD Tanoto Foundation telah mendukung guru untuk mendapatkan sertifikasi tingkat nasional di 22 PAUD. Mereka juga tercatat melatih 39 guru PAUD, 94 pengasuh taman kanak-kanak dan taman penitipan anak, serta secara nasional 22 pengasuh taman kanak-kanak dan taman penitipan anak.
Renovasi fasilitas pendidikan juga dilaksanakan. Tercatat Tanoto Foundation merenovasi 12 taman penitipan anak di Pangkalan Kerinci, Riau dan 7 PAUD di Jakarta.
Belinda Tanoto mengambil peran penting di balik semua kegiatan tersebtut. Tidak mengherankan putri Sukanto Tanoto ini mendapat predikat sebagai salah satu filantropis paling berpengaruh di ASEAN.


Image Source: Inside RGE
https://www.inside-rge.com/belinda-tanoto-featured-in-asean-impact-25-philanthropist-catalogue

Maksudnya?

Image Source: Inside RGE
https://www.inside-rge.com/belinda-tanoto-featured-in-asean-impact-25-philanthropist-catalogue

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad