Teknik Penulisan Skripsi

teknologi

Evaluasi

Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Archive

Travelling

Comments

Kontributor

Jumat, 15 April 2016

Contoh Orisinalitas Penelitian atau keaslian penelitian

Langkah dalam membuat orisinalitas penelitian atau originalitas penelitian dan bahasa lokalnya adalah keaslian penelitian, dalam point orisinalitas penelitian ini kita akan membandingkan skripsi/tesis kita dengan skripsi yang judulnya agak mirip dengan yang kita punyai, entah itu sama dalam subjeknya maupun objeknya, yang jelas mirip-mirip, selain itu dengan adanya orisinalitas penelitian ini, kita akan menggambarkan apa yang berbeda dari penelitian kita dengan penelitian orang lain tersebut meskipun judulnya hampir sama.

Orisinalitas Penelitian atau Keaslian penelitian
Berikut contoh orisinalitas penelitian tesis dengan judul pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur'an, ada beberapa tema yang bisa diambil kesimpulan menjadi sehingga terlihat mirip, yaitu tentang karakter dan tentang membaca Al-Qur'an.

Untuk mengetahui sub-kajian yang sudah ataupun belum diteliti pada penelitian sebelumnya, maka perlu adanya upaya komparasi (perbandingan), apakah terdapat unsur-unsur perbedaan ataupun persamaan dengan konteks penelitian ini. Di antara hasil penelitian terdahulu yang menurut peneliti terdapat kemiripan, yaitu;

Hafiz Mubarak, tesis dengan judul Upaya Guru Al-Quran dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Al-Quran di Sekolah dasar islam terpadu Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatak kualitatif. Sumber data tidak ditentukan jumlahnya melainkan berdasarkan pada snowball sampling. Kegiatan pengumpulan data menggunakan data menggunakan metode observasi partisipan, indepth interview, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pola deskriptvie analyzis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan belajar yang dialami siswa kelas III dalam belajar membaca Al-Quran adalah (1) murid sulit konsentrasi atau memusatkan perhatian; (2) murid sangat akktif secara verbal; (3) murid lambat belajar; (4) murid dengan suara pelan; (5) murid susah melihat; (6) murid aktif bergerak; (7) murid pasif; (8) murid sulit belajar bersama dengan anak yang kemampuannya standar; (9) jumlah anak yang terlalu banyak dalam kelompok.[1]

Miftahul Husni, tesis dengan judul Implementasi pendidikan karakter pada pendidikan dasar (Studi di madrasah ibtidaiyah negeri tempel kecamatan ngaglik dan madrasah ibtidaiyah ma’arif bego maguwoharjo kabupaten sleman yogyakarta). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dan pengumpulan datanya dilakukan dengan metode observasi mutlak, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter yang dikembangkan di MIN tempel dan MI Ma’arif Bego adalah 18 nilai karakter, sebagaimana yang telah dirumuskan pemerintah. Kemudian hasil penelitian dari fokus penelitian selanjutnya adalah 1. Implementasi pendidikan karakter di MIN Tempel  dilakukan dengan 4 proses, antara lain : a). implementasi melalui proses pembiasaan dalam kegiatan belajar mengajar, b). implementasi melalui proses pembiasaan pada kegiatan, budaya dan lingkungan sekolah/madrasah, c). implementasi melalui proses pembiasaan pada kegiatan ektrakurikuler, d). implementasi pendidikan karakter melalui karya wisata. Kemudian 2). Implementasi pendidikan karakter di MI Ma’arif Bego dilakukan melalui 4 proses antara lain : a). implementasi/penanaman nilai melalui pembelajaran, b). implementasi melalui kegiatan madrasah, c) implementasi melalui kegiatan ekstrakurikuler, d). implementasi melalui budaya dan lingkungan madrasah.[2]

Saprun, Tesis yang berjudul Pengembangan modul pembelajaran baca Al-Qur’an berbasis otak kiri untuk orang dewasa di Universitas Muhammadiyah Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan modul pembelajaran baca Al-Quran berbasis otak kiri untuk orang dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan metode R&D dengan model desain kelompok pembanding prates-pascates berpasangan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi mutlak, wawancara yang mendalam dan dokumentasi dengan teknik analisis data yaitu editing data, reduksi data, deskripsi data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan analisa data kuantitatif adalah dengan menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) penerapan metode pembelajaran untuk orang dewasa relevan serta efektif digunakan untuk memecahkan persoalan yang terdapat di Universitas Muhammadiyah Mataram dalam pembelajaran Al-Qur’an. Hal ini dibuktikan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, mahasiswa semakin aktif, kritik dan antusias serta mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam belajar membaca Al-Quran. berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan bahwa nilai probabilitas (sig) uji regresi di Universitas Muhammadiyah Mataram adalah (0.000) < (0.025), sehingga Ho ditolak, ini artinya metode pembelajaran untuk orang dewasa berpengaruh positif terhadap kemampuan mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an. Adapun kemampuan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Mataram dipengaruhi metode tsabita adalah sebesar 32% (kategori sedang) dan sisanya dipengaruhi oleh metode pembelajaran Al-Qur’an untuk orang dewasa yaitu sebesar 88%. Sedangkan uji independent sampel t-tes yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai probabilitas (sig) adalah (0.000) < antara kemampuan mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an dalam menggunakan metode tsabita dan metode pembelajaran baca Al-Quran berbasis otak kiri.[3]

Secara rinci, letak persamaan, perbedaan dan orisinalitas penelitian ini dijelaskan sebagaimana tabel berikut;

Tabel 1.1

Orisinalitas Penelitian diantara Penelitian Sebelumnya
NoNama Peneliti, Judul dan Tahun penelitianPersamaanPerbedaanOrisinalitas Penelitian
1Hafiz Mubarak, Upaya Guru Al-Quran dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Al-Quran di Sekolah dasar islam terpadu Banjarmasin.Pada objek penelitian tentang Al-QuranPada kajian penelitiannya,  substansi kajian, materi dan obyek penelitian yaitu tentang pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an dalam pembelajaran SKISubstansi kajian yang mendeskripsikan pola pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an, Obyek penelitian di SDI As-Salam Kota Malang Malang





Kajian yang diangkat terfokus pada karakter gemar membaca Al-Qur’an siswa.









2Miftahul Husni, Implementasi pendidikan karakter pada pendidikan dasar (Studi di madrasah ibtidaiyah negeri tempel kecamatan ngaglik dan madrasah ibtidaiyah ma’arif bego maguwoharjo kabupaten sleman yogyakarta). 2013Pada kajian karakter anakPada obyek penelitiannya, dan isi kajian, yaitu terfokus pada karakter gemar membaca Al-Qur’an.
3Saprun.  Pengembangan modul pembelajaran baca Al-Qur’an berbasis otak kiri untuk orang dewasa di Universitas Muhammadiyah Mataram.Pada subjek penelitianPada objek penelitian dan kajian penelitian yaitu tentang karakter dan pembentukan karakter gemar membaca Al-Qur’an.



Dari beberapa  hasil penelitian di atas, terdapat beberapa titik perbedaan yang sangat mendasar dengan penelitian ini, yaitu;

  1. Kajian pada penelitian ini ingin mendeskripsikan secara mendalam tentang pembentukan karakter gemar membaca Al-Quran.

  2. Penelitian ini khusus membahas karakter gemar membaca Al-Quran.

[1] Hafiz Mubarak,  Upaya Guru Al-Quran dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Al-Quran di Sekolah dasar islam terpadu Banjarmasin. UIN Maulana Malik Ibrahim. Tesis tidak diterbitkan.

[2] Miftahul Husni, Implementasi pendidikan karakter pada pendidikan dasar (Studi di madrasah ibtidaiyah negeri tempel kecamatan ngaglik dan madrasah ibtidaiyah ma’arif bego maguwoharjo kabupaten sleman yogyakarta). Tesis, PPS Universitas islam negeri mauana malik ibrahim Malang. 2013

[3] Saprun,  Pengembangan modul pembelajaran baca Al-Qur’an berbasis otak kiri untuk orang dewasa di Universitas Muhammadiyah Mataram.Tesis PPS UIN Maulana Malik Ibrahim. Tesis tidak diterbitkan.

orisinalitas penelitian diatas bisa kita analisis bentuknya, yaitu

  1. yang membedakan nama, tahun, judul tesis, dan kampusnya.

  2. metodologi penelitiannya

  3. hasil penelitiannya

  4. objek penelitiannya.

  5. jadi yang dikaji dalam orisinalitas penelitian adalah bentuk persamaannya dimana, kemudian perbedaannya, dan orisinalitasnya dimana.
dengan adanya orisinalitas penelitian ini, maka hal-hal yang menjadikan plagiat dalam sebuah skripsi ataupun tesis terdahulu bisa dihindari, karena meskipun mirip ataupun banyak persamaan dengan hasil penelitian yang lain, tetapi skripsi ataupun tesis yang kita punyai ada sisi perbedaannya.