Teknik Penulisan Skripsi

teknologi

Evaluasi

Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Archive

Travelling

Comments

Kontributor

Selasa, 22 Maret 2016

pengertian karakter dan ciri-cirinya

pengertian karakter dan ciri-cirinya - Definisi karakter secara Etimologi “character”
berasal dari bahasa Latin  berarti instrument of narking, dari bahasa
Prancis “charessein” berarti to engrove (mengukir), kemudian dari bahasa
jawa “watek” berarti ciri wanci, dan dari bahasa indonesia “watak”
berarti sifat pembawaan yang mempengaruhi tingkah laku; budi
pekerti;tabiat; perangai.

Rutland mengemukakan bahwa karakter
berasal dari akar kata bahasa latin yang berarti “dipahat”. Secara harfiah, karakter
artinya adalah kualitas mental atau moral, kekuatan moral, nama, atau
reputasinya.[1]

Dalam kamus psikologi, dinyatakan
bahwa karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral,
misalnya kejujuran seseorang; biasanya mempunyai kaitan dengan sifat-sifat
relatif tetap.[2]









Dari pendapat di atas terdapat kesamaan dalam menentukan arti karakter
yaitu berupa kualitas moral. Moral merupakan
kondisi pikiran, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia yang terkait dengan
nilai-nilai baik dan buruk.
Koesoema menyatakan bahwa karakter
sama dengan kepribadian. Kepribadian dianggap sebagai “ciri atau karakteristik
atau gaya atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan
yang diterima dari lingkungan, misalnya keluarga pada masa kecil dan juga
bawaan seseorang sejak lahir.[3] Sedangkan
menurut Simon Philips yang dimaksud dengan karakter adalah kumpulan tata nilai
yang menuju pada suatu sistem, yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku
yang ditampilkan.

Banyak pendapat yang bervariasi
tentang pengertian karakter, itu terjadi kerena cara pandang yang berbada.
Sesunggunya arti karakter yang sebenarnya tergantung bagaimana seseorang dapat
melihat karakter yang ada dalam dirinya sendiri.

ciri ciri karakter


Menurut Fatchul Mu’in dalam bukunya Pendidikan
Karakter  “kontruksi Teoretik & praktik
”, Karakter memiliki
ciri-ciri
antara lain sebagai berikut.

a)
Karakter adalah “ siapakah dan apakah kamu saat orang
lain sedang melihat kamu” (character is what you are when nobody is
looking).

b)
Karakter merupakan hasil nilai-nilai dan
keyakinan-keyakinan (character is the result of values and beliefs).

c)
Karakter adalah sebuah kebiasaan yang menjadi sifat
alamiah kedua (character is a habit that becomes second nature)

d)
Karakter bukanlah reputasi atau apa yang dipikirkan
oleh orang terhadapmu (character is not reputation or what others thinks
about you)

e)
Karakter bukanlah seberapa baik kamu daripada orang
lain (character is not how much better you are than others)

f)
Karakter tidak relatif (character is not
relative).[4]

Yudi Latif  menegaskan bahwa pentingnya membangun jiwa
(karakter) harus disertai pengetahuan dan pemahaman tentang moral atau karakter
itu sendiri. Hal ini dipahami bahwa pertautan pengetahuan moral (moral
judgement
) dengan perilaku aktual (actual conduct) dalam situasi
konkret (moral situations) adalah benar bahwa pengetahuan dan
pemahaman moral adalah prasyarat bagi munculnya tindakan moral.[5]




[1]
Jamal Ma’mur Asmani,2011. Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Karakter di
Sekolah
. (Jogjakarta : Diva Press) Hlm. 27-28



[2] Jamal Ma’mur Asmani,2011. Buku Panduan
Internalisasi.
Hlm 7



[3] Jamal Ma’mur Asmani,2011. Buku Panduan
Internalisasi.
Hlm 7



[4]
Fatchul Mu’in, 2011. Pendidikan Karakter  “kontruksi Teoretik &
praktik
”. (Jogjakarta : Ar-Ruzz Media) Hlm: 161-162



[5] Yudi Latif. 2009. Menyemai Ka rakter Bangsa; Budaya Kebangkitan
Berbasis Kesastraan
. Jakarta: Kompas. Hlm. 88