Teknik Penulisan Skripsi

teknologi

Evaluasi

Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Archive

Travelling

Comments

Kontributor

Jumat, 25 Maret 2016

Pembentukan Karakter Gemar Membaca Al-Qur’an di Indonesia






Pemerintah melalui kementerian agama membentuk dan mendukung beberapa
program yang dapat meningkatkan kualitas spiritual masyarakat di seluruh
Indonesia, ada beberapa program pembentukan karakter agar masyarakat menjadi
gemar dalam membaca Al-Qur’an :


a)      Program Gerakan Masyarakat Maghrib
Mengaji (Gemmar)


Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji atau yang lebih dikenal
dengan GEMMAR Mengaji adalah sebuah program untuk membudayakan membaca Alquran
setelah shalat Maghrib di kalangan masyarakat di seluruh Indonesia, Masyarakat
diajak untuk kembali membuka Alquran kendati mereka sudah khatam Alquran
sebelumnya. Dengan mengaji selepas shalat Maghrib, pengaruh-pengaruh negatif
dari televisi dan media elektronik lainnya bisa diminimalisasi, program ini
dimulai dari juli 2011 hingga sekarang.[1]


b)      Program
One Day One Juz (ODOJ)


One Day One Juz ( ODOJ ) adalah program yang diinisiasi oleh
Alumni Rumah Qur’an untuk memfasilitasi dan mempermudah dalam tilawah Al-Qur’an
dengan targetan 1 juz sehari. Dengan memanfaatkan Instant Messager, tilawah 1
juz sehari jadi lebih menyenangkan dan lebih termotivasi.


Mekanismenya adalah membangun grup ODOJ di Whatsapp dimana 1
grup beranggotakan 30 orang, kemudian dibuat sistem pelaporan dan lelangan juz
maka targetan yang ingin dicapai adalah 30 juz Al-Qur’an dapat diselesaikan
oleh satu grup setiap harinya dan khatam pribadi setiap bulannya dengan asumsi
1 anggota tidak absen tilawah juz Al-Qur’an secara berurutan selama sebulan.
Kemudian juga ada Penanggung jawab Harian dari anggota yang bergantian bertugas
mengupdate laporan juz, memonitoring, dan mengatur lelangan untuk mencapai
targetan tersebut.


c)      Program
Tahfidz cilik


Seorang
anak sebelum hafal ayat Al-Qur’an maka haruslah lancar dalam membaca Al-Qur’an,
di Indonesia sekarang ini sangat banyak berbagai program tahfidz atau hafalan
Al-Qur’an untuk anak, seperti program tahfidz cilik di stasiun televisi RCTI,
kemudian program tahfidz TV oleh Ust. Yusuf Mansyur, dan berbagai kegiatan
lainnya seluruh Indonesia. Program tahfidz ini akan membentuk karakter bangsa
agar lebih baik dan terarah, seperti ungkapan Prof. Imam Suprayogo yang saya
kutip dari tahfidz TV:


Cendekiawan
Muslim Prof Dr Imam Suprayogo menyambut gembira hadirnya Tahfidz TV. Menurut
mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang ini,
program Tahfiz TV tidak saja penting untuk memudahkan kaum Muslimin mengenal
kitab suci Alquran, juga membangun iklim kecintaan terhadap Alquran. Selain
itu, sambung Imam, program Tahfidz TV juga sangat relevan dengan upaya
memperbaiki karakter bangsa yang saat ini sedang digalakkan.


''Perbaikan
karakter bangsa yang dianggap penting dan mendesak itu, tidak cukup hanya
dilakukan lewat perubahan kurikulum di sekolah, tapi harus dilakukan dengan
cara yang lebih mendasar,'' ujarnya. Prof Imam lalu mencontohkan, anak-anak
harus didekatkan dengan Alquran, dengan masjid, dan dengan para ulamanya.


Oleh
karena itu, sambung Imam, program yang akan dikembangkan Ustadz Yusuf Mansur
harus diapresiasi oleh semua pihak dan dimaknai sebagai bagian penting dari
upaya memperbaiki karakter bangsa. 


Beberapa program di atas akan sangat bagus
apabila diterapkan di sekolah dan di rumah, sehingga pengembangan karakter anak
akan lebih terarah menjadi lebih baik.












[1] Dialog Jumat, http://www.republika.co.id/berita/koran/dialog-jumat/14/06/06/n6qgo72-prof-dr-nasaruddin-umar-mengembalikan-budaya-mengaji-umat-islam,
diakses pada 6 juli 2015