Fakta Menarik dari Bung Karno - Informasi Pendidikan, Teknologi, dan Travelling

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 19 Maret 2016

Fakta Menarik dari Bung Karno

Fakta menarik dari Bung Karno ini adalah tulisan lanjutan dari halaman sebelumnya, untuk membacanya silahkan
Buka 7 fakta Sukarno yang belum diketahui orang



[caption id="attachment_288" align="aligncenter" width="297"]fakta menarik bung karno fakta menarik bung karno[/caption]


Berikut beberapa point dari fakta menarik Bung Karno :
Bung Karno Pernah Jadi Pengangguran

Pada halaman 57, Presiden Sukarno mengatakan bahwa
selulusnya dari ITB, dia jadi pengangguran di Bandung dan sangat kesulitan
ekonomi, sampai Dr.Setiabudi menawarinya jadi guru. Berikut kutipan bukunya :


Aku mendengar lowongan di sekolah Yayasan Ksatrian (nama
SMPN 1 Bandung sebelum Indonesia merdeka) yang diselenggarakan oleh pemimpin
kebangsaan Dr.Setiabudi. Mereka mencari seorang guru yang akan mengajar dalam
dua mata pelajaran. Yang pertama adalah sejarah, untuk mana aku sangat
berhasrat besar. Mata pelajaran yang lain? Ilmu pasti! (IPA dan Matematika) Dan
dalam segala segi-seginya lagi! Jadi sebagaimana telah kutegaskan dengan segala
kejujuran yang pahit, kalau ada mata pelajaran yang sama sekali tidak bisa
kuatasi, maka itulah dia ilmu pasti. Akan tetapi aku tidak mempunyai pilihan
lain.

Guru yang ditugaskan untuk melakukan tanya jawab bertanya,
"Ir.Sukarno, Tuan adalah insinyur yang

berijazah, jadi tentu tuan ahli dalam ilmu pasti, bukankah
begitu?"

"Oh, ya Tuan," aku menyeringai merecik
kepercayaan. "Ya, Tuan. Ya, betul. Saya menguasainya."

"Baiklah, jadi Tuan dapat mengajar ilmu pasti?"
tanyanya.

"Mengapa tidak?" Aku membohong. "Saya
menguasai betul ilmu pasti. Menguasainya sungguh-sungguh. Ini mata pelajaran
yang saya senangi."

Inggit dan aku sudah kering sama sekali, tidak mempunyai
apa-apa lagi. Apa yang dapat kami suguhkan kepada tamu hanya secangkir teh
encer tanpa gula. Jadi, apa yang harus kukatakan kepadanya? Bahwa aku sama
sekali tidak dapat mengajar ilmu pasti? Bahwa sesungguhnya aku gagal dalam
pelajaran itu?

Setelah kejadian itu, beliau pun jadi guru di sekolah ane.
Kekhawatirannya terhadap ilmu pasti justru ga terbukti gan. Dia lancar-lancar
aja mengajar ilmu pasti tingkat SMP. Tapi justru masalah timbul ketika dia mengajar
ilmu sejarah yang sangat disukainya. Alih-alih mengajar sejarah, dia malah
seperti berorasi di depan kelas. Pengawas sekolah yang merupakan orang Belanda
akhirnya melarang dia untuk jadi guru lagi.

Bung Karno Seorang Pluralis Sejati

Presiden Sukarno menganggap bahwa
Tuhan bukan milik perseorangan atau sekelompok orang. Ini juga menarik buat ane
karena pandangan Presiden Sukarno ini sangat mengena buat kita sebagai Rakyat
Indonesia yang berbeda-beda suku dan agama.

Pada halaman 59, beliau berkata :


Tahun 1926 (ketika berusia 25 tahun) adalah tahun dimana aku
memperoleh kematangan dalam tiga segi. Segi yang kedua adalah dalam
kepercayaan. Aku banyak berpikir dan berbicara tentang Tuhan. Sekalipun di
negeri kami sebagian terbesar rakyatnya beragama Islam, namun konsepku tidak
disandarkan semata-mata kepada Tuhannya orang Islam. Pada waktu aku melangkah
ragu melalui permulaan jalan yang menuju kepada kepercayaan, aku tidak melihat
Yang Maha Kuasa sebagai Tuhan kepunyaan perseorangan. Menurut jalan pikiranku
maka kemerdekaan bagi seseorang meliputi juga kemerdekaan beragama. Ketika
konsep keagamaanku meluas, ideologi dari Pak Cokro (gurunya di Jogja) dalam
pandanganku semakin sempit dan semakin sempit juga. Pandangannya tentang
kemerdekaan untuk tanah air kami semata-mata ditinjau melalui lensa mikroskop
dari agama Islam. Aku tidak lagi menoleh kepadanya untuk belajar.

Bung Karno Bukan Komunis

Presiden Sukarno memang merangkul semua golongan, dari
golongan agamis, nasionalis, sampai komunis. Tapi kedekatannya dengan kaum
komunis bukan berarti dia komunis.

Pada halaman 60 beliau berkata :


Dalam bidang ideologi, aku adalah seorang sosialis. Kuulangi
bahwa aku adalah sosialis, bukan Komunis. Aku tidak menjadi Komunis. Masih saja
ada orang yang berpikir bahwa Sosialisme sama dengan Komunisme. Mendengar
perkataan sosialis mereka tidak dapat tidur. Mereka melompat, "Haaa, saya
sudah tahu! Bahwa Bung Karno adalah seorang Komunis!" Tidak, aku bukan
Komunis. Aku seorang SosiaIis. Aku seorang Kiri. Orang Kiri adalah mereka yang
menghendaki perubahan kekuasaan kapitalis-imperialis yang ada sekarang.

Kehendak untuk menyebarkan keadilan sosial adalah Kiri. Ia
tidak perlu Komunis. Orang kiri bahkan dapat bercekcok dengan orang Komunis.
Kirifobia, penyakit takut akan cita-cita kiri, adalah penyakit yang kutentang
habis-habisan sama seperti Islamofobia. Nasionalisme tanpa keadilan sosial
menjadi nihilisme. Bagaimana suatu negeri yang miskin menyedihkan seperti
negeri kami dapat menganut suatu aliran lain kecuali haluan sosialis?

 
Bung Karno Tidak Percaya Takhayul

Pada halaman 112, diceritakan
awal mula kenapa seorang Sukarno tidak percaya pada takhayul. Ini juga
merupakan kisah yang menarik.

Berikut kutipan bukunya :

 

Aku percaya pada hari baik dan hari nahas, aku percaya pada
jimat yang membawa rahmat dan jimat yang mempunyai pengaruh jahat. Di Bandung
ada orang yang memberiku sebentuk cincin pakai batu. Dalam batu itu terlihat
lobang berisi cairan hitam yang tidak pernah tenggelam. Seperti biji kecil yang
mengapung dan selalu berada di atas. Seorang pengagum memberikan benda yang
aneh ini kepadaku dengan ucapan, "Sukarno, semoga engkau tetap berada di
atas seperti biji yang mengapung ini." Ia dinodai oleh kekuatan guna-guna,
tapi aku mempercayainya. Di waktu itu aku mempercayai apa saja, karena aku
memerlukan segala kekuatan yang bisa kuperoleh.

"Jangan lupa, Sukarno," katanya, "Batu ini
bukan sembarang batu. Dia membawa untung."

Baiklah, aku percaya. Tapi tidak lama setelah itu aku
tertangkap dan dibuang ke Pulau Bunga. Sejak itu, aku tidak percaya lagi kepada
takhayul. Demikianlah, ketika kuyakinkan pada diriku sendiri, kepercayaan yang
kegila-gilaan ini harus dihentikan. Dan kukatakan pada diriku, "Engkau
sudah melihat, penyakit takhayul yang jahat".

sumber forum kaskus dari agan mashogo
http://www.kaskus.co.id/thread/56ecb6c0507410f3368b456d/7-fakta-menarik-presiden-sukarno-berdasarkan-otobiografinya/


mungkin dari kita juga banyak yang belum tau fakta tersebut, salah satunya adalah fakta tentang beliau seorang komunis, karena pemikiran-pemikiran beliau sedikit banyaknya dari pemikiran Karl Max, dan ternyata beliau seorang sosialis.

karena sejarah harus dipelajari secara mendalam, bukan ilmu pasti seperti matematika dan IPA, maka berbagai informasi sejarah haruslah kita pelajari sedalam-dalamnya sehingga akan terbuka benang merah untuk meluruskan cerita yang terdahulu.

 

Post Top Ad