Teknik Penulisan Skripsi

teknologi

Evaluasi

Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Archive

Travelling

Comments

Kontributor

Minggu, 20 Maret 2016

apa itu virus antraks

virus antraks adalah salah satu jenis penyakit menular dan berbahaya juga bisa mematikan karena bakteri Bacillus anthracis dengan bentuk yang sangat ganas. Antraks diibaratkan seperti blackstone atau batubara karena kulit para korban akan berubah hitam. Antraks lebih banyak menyerang binatang liar yang telah dijinakkan dan juga pemakan tumbuhan. Penyakit ini bersifat zoonosis yang bisa menular dari hewan ke manusia, namun tidak dapat menular sesama manusia.

Ada 4 jenis antraks yaitu :


  1. antraks kulit.

  2. antraks pada saluran pencernaan.

  3. antraks pada paru-paru.

  4. antraks meningitis.


Gejala terkena virus antraks
Beberapa gejala-gejala antraks tipe pencernaan adalah buang air besar berwarna hitam, pusing, muntah, tidak nafsu makan, suhu badan meningkat, mual, muntah berwarna coklat atau hitam,  sakit perut yang sangat hebat seperti melilit. Sedangkan, gejala antraks tipe kulit ialah bisul merah kecil yang nyeri. Kemudian lesi tadi membesar, menjadi borok, pecah dan menjadi sebuah luka. Jaringan di sekitarnya membengkak, dan lesi gatal tetapi agak terasa sakit. Antraks terjadi setelah mengomsumsi daging yang terkena antraks. Daging yang terkena antraks mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berwarna hitam, berlendir, dan berbau.
Manusia dapat terinfeksi bila kontak dengan hewan yang terkena anthraks, dapat melalui daging, tulang, kulit, maupun kotoran. Meskipun begitu, hingga kini belum ada kasus manusia tertular melalui sentuhan atau kontak dengan orang yang mengidap antraks

Penyebab Virus Antraks
Infeksi antraks jarang terjadi namun hal yang sama tidak berlaku kepada herbivora-herbivora seperti ternak, kambing, unta, dan antelop. Antraks dapat ditemukan di seluruh dunia. Penyakit ini lebih umum terjadi di negara-negara berkembang atau negara-negara tanpa program kesehatan umum untuk penyakit-penyakit hewan. Beberapa daerah di dunia seperti (Amerika Selatan dan Tengah, Eropa Selatan dan Timur, Asia, Afrika, Karibia dan Timur Tengah) melaporkan kejadian antraks yang lebih banyak terhadap hewan-hewan dibandingkan manusia.

Antraks biasa ditularkan kepada manusia disebabkan pengeksposan kepada hewan yang sakit atau hasil ternakan seperti kulit dan daging, atau memakan daging hewan yang tertular antraks. Selain itu, penularan juga dapat terjadi bila seseorang menghirup spora dari produk hewan yang sakit misalnya kulit atau bulu yang dikeringkan. Pekerja yang tertular kepada hewan yang mati dan produk hewan dari negara di mana antraks biasa ditemukan dapat tertular B. anthracis, dan antraks dalam ternakan liar dapat ditemukan di Amerika Serikat. Walaupun banyak pekerja sering tertular kepada jumlah spora antraks yang banyak, kebanyakan tidak menunjukkan simptom.

Penangangan apabila Virus Antraks
Secara umum, perawatan untuk penyakit anthrax dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik, biasanya penisilin, yang akan menghentikan pertumbuhan dan produksi toksin. Pemberian antitoksin akan mencegah pengikatan toksin terhadap sel Terapi tambahan, seperti sedation atau pemberian obat penenang. Namun, pada level toksin sudah menyebar dalam pembuluh darah dan telah menempel pada jaringan maka toksin tidak dapat dinetralisasi dengan antibiotik apapun. Walaupun dengan pemeberian antitoksin, antibiotik, atau terapi, pasien tentu mempunyai rasio kematian. sumber wikipedia


apa itu virus antraks