7 fakta Sukarno yang belum diketahui orang - Informasi Pendidikan, Teknologi, dan Travelling

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 19 Maret 2016

7 fakta Sukarno yang belum diketahui orang

7 fakta Sukarno yang belum diketahui orang merupakan kutipan-kutipan dari buku otobiografinya bung karno kepada Cindy Adam, sahabat jurnalis beliau dari dari Amerika. yang kemudian dijadikan sebuah buku dengan judul Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat.
Versi
Palsu Era Orde Baru.



[caption id="attachment_356" align="aligncenter" width="344"]fakta sukarno yang belum diketahui orang fakta sukarno[/caption]


Buku ini terbit pada era pemerintahan Presiden Sukarno dengan judul Sukarno. Tapi kemudian diterbitkan ulang ketika era pemerintahan
Suharto dengan judul Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.
Buku cetakan baru ini ternyata menyimpang dari versi aslinya. Banyak bagian
yang direkayasa dan banyak bab palsu yang ditambah-tambahkan oleh Rezim Orde
Baru. Salah satunya adalah bab di mana Presiden Sukarno mengatakan bahwa peran
Moh.Hatta tidak ada apa-apanya dalam kemerdekaan Indonesia. Bab tersebut tidak
benar karena tidak ada dalam versi aslinya.
Revisi ke Versi Asli

Setelah Suharto jatuh pada tahun 1998, semua otobiografi Sukarno yang telah
dipalsukan oleh Rezim Orde Baru dihentikan peredarannya. Lalu, Yayasan Bung
Karno mengambil cetakan asli dari Cindy Adams dan mencetaknya ulang di
Indonesia dengan isi yang asli dan murni sebagaimana diceritakan oleh Presiden
Sukarno sendiri walau judul bukunya tetap sama dengan era Orde Baru.
baca juga apa itu otobiografi

Seperti
Berbicara Langsung

Otobiografi Sukarno sendiri adalah otobiografi tidak langsung karena penulisnya
adalah Cindy Adams, bukan Sukarno sendiri. Tapi sejak halaman pertama buku ini,
sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang Sukarno sebagai orang
pertama, bukan sudut pandang Cindy Adams. Jadi, membaca buku ini
seolah-olah berbicara langsung dengan Presiden Sukarno.

Berikut 7
fakta Sukarno yang belum diketahui orang
:

1. Namaku Sukarno, Bukan Soekarno

Pada halaman 23, Presiden Sukarno berkata bahwa nama
aslinya adalah Soekarna, namun dalam ejaan Jawa "a" menjadi
"o" maka namanya menjadi Soekarno. Tapi kemudian dia
ingin orang menuliskan namanya dengan huruf "U", bukan
"OE". Dan dia tidak punya nama depan atau nama belakang, namanya
hanya "Sukarno". Berikut kutipan bukunya :


Sekali waktu ada seorang wartawan goblok yang menulis bahwa
nama awalku adalah Ahmad (Ahmad Soekarno). Sungguh menggelikan. Namaku hanya
"Sukarno" saja. Memang dalam masyarakat kami tidak luar biasa untuk
memakai satu nama saja. Waktu di sekolah namaku dieja "Soekarno" menurut
ejaan Belanda. Setelah Indonesia merdeka aku memerintahkan supaya segala ejaan
"OE" kembali ke "U". Juga ejaan dari perkataan
"Soekarno" sekarang menjadi "Sukarno".

2. Insinyur Yang Tak Pandai Matematika

Walaupun Presiden Sukarno merupakan Insinyur lulusan
ITB, justru sebenarnya dia sangat tidak suka dan tidak menguasai Matematika.
Yang dia suka hanya menggambar.

Pada halaman 54, dia berkata :


Aku mempunyai ingatan seperti bayangan gambar (visual) dan
dalam pada itu aku terlalu sibuk memompakan soal-soal politik ke kepalaku,
sehingga tidak tersisa waktuku untuk membuka buku sekolah. Dewi dendamku adalah
ilmu pasti (IPA dan matematika). Aku tidak begitu kuat dalam ilmu pasti. Menggambar arsitektur bagiku sangat menarik, akan tetapi
kalkulasi bangunan dan komputasi jangan tanya. Kleinste Vierkanten atau yang dinamakan Geodesi,
semacam penyelidikan tanah secara ilmu pasti di mana orang mengukur tanah dan
belajar membaginya dalam kaki persegi, dalam semua ini aku gagal.

Halaman Selanjutnya

Post Top Ad